Pagi-pagi, Adi kedatangan tamu. Waah teman lama yang berkunjung silaturahmi idul fitri tahun ini. Pas ngobrol-ngobrol, dia mo ajak Adi jalan-jalan ke komplek Megalitikum Tinggi Hari. Penasaran juga sih, soalnya Adi juga belum pernah kesana. Karena itu pas hari jum’at, jadi kalo mo berangkat udah tanggung, soalnya mo waktu sholat Jum’at. Sambil nunggu jum’atan, kami jalan-jalan sebentar ke Desa Suka Cinta Kabupaten Lahat. Banyak yang bilang, kalo pemandangan Bukit Serelo sangat apik disana, ditambah dengan adanya jembatan gantung sebagai sarana penyebrangan masyarakat disana. Gak mau melewatkan momen yang pas disana, Adi dan teman-teman asyik berfoto ria pake kamera punya Mas Yos, Nikon CoolPix P500. Dan hasilnya, sangat memuaskan. Hehehe.
Waktu sholat jum’at hampir tiba, kami memutuskan untuk mencari Masjid terdekat, akhirnya Masjid di Desa Payo yang menjadi pilihan kami.
Selepas sholat jum’at, kami kembali ke rencana semula yaitu ke Komplek Megalitikum Tinggi Hari. Kawasan wisata ini ditempuh dengan waktu kurang lebih 45 menit dari pusat kota Lahat. Menempuh medan yang agak terjal, dengan jalan sempit dan berliku. Walaupun begitu, kondisi jalan tetap aman untuk dilewati. Wisata Tinggi Hari terbagi menjadi 3 kawasan yang tidak berjauhan satu dengan yang lain. Komplek I terdapat 3 megalit utama dan beberapa megalit kecil lainnya, di Komplek II terdapat hanya 1 megalit, dan Komplek III terdapat 2 megalit utama. Di komplek ke III inilah, kami membuka bekal yang sudah disiapkan dari rumah, makan bersama sambil menikmati sejuknya angin sepoi-sepoi di bawah pohon. Tidak lupa kami mengabadikan momen berharga ini dengan berfoto bersama.
Komplek Megalitik Tinggi Hari ini masih terlihat sepi, walau perawatannya dapat dikatakan sudah baik tetapi akses menuju kesana perlu diperbaiki lagi, agar dapat menarik para wisatawan domestik maupun mancanegara. Semoga kedepannya kawasan wisata ini dapat lebih dikenal dimata dunia.


