Tag Archives: seni

Informasi Pemilihan Bujang Gadis Lahat Tahun 2015

Buat Putra Putri, Bujang Gadis yang tinggal di Sumatera Selatan khususnya Kabupaten LAHAT. Ayo daftarkan diri anda segera dalam ajang pemilihan Bujang Gadis Lahat 2015. Pendaftaran sudah dibuka guys dari tanggal 28 Juli – 10 Agustus 2015 di Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Lahat. Ayo tunjukan bakat kalian, kalau bukan sekarang, kapan lagi? Who’ll be the next???

Persyaratan Pemilihan Bujang Gadis Lahat 2015 :
1. Peserta pria/wanita dan mengisi formulir yang sudah disediakan panitia dengan melampirkan identitas diri KTP/Kartu Pelajar/Kartu Mahasiswa/ SIM (pilih salah satu)
2. Melampirkan foto ukuran 5R, berpakaian warna hitam dan layar belakang berwarna putih.
3. Umur pd saat pemilihan min.16thn dan maks.24thn.
4. Tinggi badan; Pria: min.167,5 cm. Wanita: min.163 cm.
5. Materi dan teknis pelaksanaan diatur sbgai brkt: *. Seleksi awal kelengkapan admnstrasi.
*. Tes tertulis dan wawancara.
*. Mengikuti karantina.
*. Malam penobatan BGL 2015 di malam Grand Final Bujang Gadis Lahat 2015.
6. Untuk info lebih lanjut hubungi contact person:
Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Lahat Telp.0731 321601.
Atau bisa di official akun Instagram dan Twitter kami @BGLahat

Come’on, let’s join!!! dan jadilah salah satu dari keluarga besar Ikatan Bujang Gadis Lahat (IBGL) dan Duta Pariwisata Kab.Lahat

Sumber: Instagram @bglahat

Perayaan 1 Tahun Komunitas Photography Serelo (KomPhoSer) Lahat

Alhamdulillah, gak terasa udah 1 tahun Komunitas Photography Serelo (KomPhoSer) Lahat berdiri. Komunitas yang didirikan tepatnya pada tanggal 24 November 2011, telah banyak memberikan cerita penuh makna khususnya buat Adi pribadi. Banyak suka, canda, tawa, susah, marah, dan masih banyak lagi yang dirasakan setelah setahun bersama KomPhoSer, dan untuk memperingati satu tahun berdirinya KomPhoSer, maka diadakanlah acara syukuran kecil-kecilan bertempat di Atrium Liverpool tanggal 8 Desember 2012 kemarin. Walo gak semua anggota KomPhoSer yang hadir karena aktifitas dan kesibukan yang lain, walo hujan turun dengan derasnya, namun acara selamatan KomPhoSer tetap berjalan dengan lancar. Acara tiup lilin pun gak ketinggalan, apalagi acara foto bersama (tukang foto difoto, hehe), acara ditutup dengan doa oleh mas Leonardo dilanjutkan dengan makan-makan alakadarnya. Semoga KomPhoSertetap solid, panjang umur, dan jaya selalu. Amiin.

Karya Sastra Lahat: Antologi Puisi Bahasa Lematang “Kekibang” Karya Yudistio Ismanto

Suatu kebanggaan tersendiri, Adi beserta teman-teman yang lain mendapatkan undangan spesial untuk menghadiri acara launching buku Antologi Puisi Bahasa Lematang “Kekibang” karya Yudistio Ismanto. Acara yang diadakan pada hari jum’at tanggal 19 Oktober 2012 yang lalu, diselenggarakan di Atrium Liverpool Lahat, salah satu tempat nongkrong favorit anak muda di Kabupaten Lahat, yang bertempat di depan pintu gerbang GOR Bukit Tunjuk Kabupaten Lahat. Acara ini juga dihadiri oleh guru Bahasa Indonesia beserta siswa dari tingkat SMP dan SMA, bahkan perguruan tinggi, serta penikmat sastra di Kabupaten Lahat.

Foto bersama Buku Antologi Puisi Bahasa Lematang “KEKIBANG”

Acara diakhiri dengan pembagian buku Antologi Puisi Bahasa Lematang “Kekibang” secara gratis, yang sebelumnya Kak Yudi, sebagai penulis membacakan beberapa puisi untuk kami semua. Berikut Adi tuliskan salah satu puisi karya beliau.

Kekibang

Bang bemibang mibang kekibang tengah ume
Ngahapi angin nek ngusir mare
Mare banyak mare beringas
Padi digasak ume tebabak bingkas

Cit bedecit suare si burung pipit
Burung pipit singgah beghimpit-ghimpit
Kekibang ume bermaklum dikit
Burung pipit makan gih sejimpit

But bubut lukak tebubut lah betandang pule rabanan kaput
Kaput dide nian kah betakut ngan kekibang bebarit ceput
Kaput mbeligat bekiput-kiput dek pule agi besimput
Ngan kekibang benyawe lembut ulas lah tepiyut
Laju… lantak… mulut kaput saling singkut ndulu beghebut
Padi diceghabut ngguk teakagh digek tepuput
Oiii… rabanan kaput bukan agi ngganjali peghut
Mane… kah cukup ame makani padi gih sejungkut
Kekibang diseruduk ngguk nyawe luput
Kekibang pedut telindut-lindut
Dasar kaput tukang meghantut
Pacaknye gih mbesakkah peghut
Manjangkah buntut
Ninggalkah mbau kentut
Kaput… Kaput…

Pagarsari 2011

Big thanks to www.harianlahat.com

Budaya Lahat: Tari Erai-Erai, Tari Tradisional Kabupaten Lahat

Tari Erai-Erai adalah salah satu tarian tradisional asli dari Kabupaten Lahat. Tarian ini biasanya ditarikan oleh ibu-ibu sebagai tari untuk menyambut tamu yang datang ke suatu daerah, dengan menggunakan alat musik sederhana lebih dominan ke suara gendang sebagai pengiring dan lirik yang dinyanyikan berupa pantun. Seiring berjalannya waktu, tarian ini sudah mendapatkan sentuhan moderen tanpa meninggalkan unsur-unsur tradisional yang harus dijaga. Untuk alat musik sendiri, sudah dipadukan dengan alat musik yang modern dan para penari juga lebih bervariasi, tidak lagi hanya kaum ibu-ibu, malah dipadukan berpasang-pasangan laki-laki dan perempuan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Untuk mendownload Lagu Tari Erai-Erai, KLIK DISINI

Pagelaran Teater dan Monolog Siswa SMA Negeri 4 Lahat 9 Mei 2012

Saksikan dan Ikuti Pagelaran Teater dan Monolog
di Aula SMA Negeri 4 Lahat
Rabu, 9 Mei 2012
Menampilkan:

Monolog Tradisi Rebana (Teater Gendhing Muara Enim) dan Pentas “Perampok Lembah Serelo” (Teater SMA Negeri 4 Lahat)

Terbuka untuk umum
Tiket masuk Rp. 3.000,-
Dapatkan di SMA Negeri 4 Lahat

Sinopsis Teater SMA Negeri 4 Lahat

“Perampok Lembah Serelo”
Di lembah Serelo, hiduplah rakyat lembah Serelo yang hidup dengan tentram dan damai. Tapi seiring berjalannya waktu dan era Globalisasi, memaksakan warga Lembah Serelo harus mengatur alur era globalisasi. Perampok Lembah Serelo mengambil kebudayaan Lembah Serelo, secara perlahan semua digantikan dengan kebudayaan-kebudayaan modern, menyingkirkan kebudayaan yang sudah ada di lembah Serelo. Semua kekayaan alam yang ada di Lembah Serelo, perlahan juga tersingkirkan dengan perampok Lembah Serelo”

Jalan-Jalan Komplek Megalitikum Tinggi Hari Lahat

Pagi-pagi, Adi kedatangan tamu. Waah teman lama yang berkunjung silaturahmi idul fitri tahun ini. Pas ngobrol-ngobrol, dia mo ajak Adi jalan-jalan ke komplek Megalitikum Tinggi Hari. Penasaran juga sih, soalnya Adi juga belum pernah kesana. Karena itu pas hari jum’at, jadi kalo mo berangkat udah tanggung, soalnya mo waktu sholat Jum’at. Sambil nunggu jum’atan, kami jalan-jalan sebentar ke Desa Suka Cinta Kabupaten Lahat. Banyak yang bilang, kalo pemandangan Bukit Serelo sangat apik disana, ditambah dengan adanya jembatan gantung sebagai sarana penyebrangan masyarakat disana. Gak mau melewatkan momen yang pas disana, Adi dan teman-teman asyik berfoto ria pake kamera punya Mas Yos, Nikon CoolPix P500. Dan hasilnya, sangat memuaskan. Hehehe.
Waktu sholat jum’at hampir tiba, kami memutuskan untuk mencari Masjid terdekat, akhirnya Masjid di Desa Payo yang menjadi pilihan kami.

Komplek III

Selepas sholat jum’at, kami kembali ke rencana semula yaitu ke Komplek Megalitikum Tinggi Hari. Kawasan wisata ini ditempuh dengan waktu kurang lebih 45 menit dari pusat kota Lahat. Menempuh medan yang agak terjal,  dengan jalan sempit dan berliku. Walaupun begitu, kondisi jalan tetap aman untuk dilewati. Wisata Tinggi Hari terbagi menjadi 3 kawasan yang tidak berjauhan satu dengan yang lain. Komplek I terdapat 3 megalit utama dan beberapa megalit kecil lainnya, di Komplek II terdapat hanya 1 megalit, dan Komplek III terdapat 2 megalit utama. Di komplek ke III inilah, kami membuka bekal yang sudah disiapkan dari rumah, makan bersama sambil menikmati sejuknya angin sepoi-sepoi di bawah pohon. Tidak lupa kami mengabadikan momen berharga ini dengan berfoto bersama.

 

Komplek I

Komplek Megalitik Tinggi Hari ini masih terlihat sepi, walau perawatannya dapat dikatakan sudah baik tetapi akses menuju kesana perlu diperbaiki lagi, agar dapat menarik para wisatawan domestik maupun mancanegara. Semoga kedepannya kawasan wisata ini dapat lebih dikenal dimata dunia.